LAWAN BEGAL, SISWA SMK CIPTAKAN APLIKASI ANDROID CANGGIH
BANDUNG –
Maraknya kasus pembegalan yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi inspirasi
tersendiri bagi bagi siswa SMKN 8 Bandung yang tergabung dalam ekstrakurikuler
robotik untuk menciptakan aplikasi anti-begal.
Aplikasi anti-begal berbasis Android ini mampu
meningkatkan sistem keamanan roda dua maupun roda empat, dan dinamakan Pino1.
Tim siswa tersebut terdiri dari Asep Rahmat (Teknik
Sepeda Motor), Dena Ramadan (TSM), Agung Prasetyo (Teknik Kendaraan Ringan),
Candra R (TKR), Asep Cahyana (TKR), Wanda Utama (TKR), dan Saeful (TKR).
Guru pembimbing ekstrakulikuler robotik Iwa Nirwana
mengungkapkan, aplikasi dengan komponen utama micro-controller tersebut
dipasang pada smartphone berbasis Android. Kemudian dihubungkan kepada alat
yang dipasang pada motor melalui Bluetooth.
Setelah seluruh perangkat tersambung, maka pemilik
kendaraan bisa menghidupkan atau mematikan kendaraan melalui aplikasi yang ada
di smartphone masing-masing.
Selain menggunakan aplikasi berbasis Android,
inovasi lainnya berbentuk sensor sidik jari. Sehingga kendaraan yang sudah
terpasang aplikasi anti-begal tersebut tidak bisa sembarangan orang bisa
menggunakan. Selain menggunakan Bluetooth, aplikasi tersebut juga bisa
disambungkan dengan perangkat WiFi, dan GPRS.
“Pin01 merupakan produk pertama ekstrakulikuler
robotic SMK N 8. Pembuatannya juga masih manual dengan tangan. Ini membuktikan
kita merakit sendiri, bukan beli dari pabrikan, dan dibuat oleh para siswa
perkawinan dari berbagai jurusan. Mereka semuanya kelas X,” tutur Iwa Nirwana
saat mendemonstrasikan Pin01, di SMKN 8 Bandung, Selasa (6/10/2015).
Iwa menyadari aplikasi tersebut belum sempurna dan
masih akan dikembangkan lagi. Pihaknya pun berencana akan mengkomersilkan
aplikasi tersebut jika sudah sempurna.
Sosialisasi aplikasi itu juga akan dilakukan dengan
mendemonstrasikan aplikasi tersebut kepada perusahaan dan sekolah lain yang ada
di Bandung.
“Masalah mematenkan inovasi ini belum terpikir oleh
kami, yang kami pikirkan bagaimana membuat produk murah, namun kualitasnya
bagus. Kita liat dulu pasarannya seperti apa. Kedepan, alat ini tidak berada di
luar motor, tetapi masuk didalam bagian motor supaya tidak kehujanan, dan lebih
praktis,” ucap Iwa.
Sementara itu, salah satu siswa pembuat Pin01, Asep
Rahmat mengaku bangga bisa membuat aplikasi tersebut. Apalagi ini merupakan
karya pertamanya di SMKN 8 Bandung.
”Saya sangat puas bisa menciptakan aplikasi itu. Hal
itu menjadi motivasi saya untuk membuat penemuan baru yang belum ada di sekolah
lain. Ini modal bagi saya untuk menghadapi dunia kerja nantinya,” kata Asep.
Di sisi lain, Kepala SMK N 8 Bandung, Euis Purnama
berharap kedepannya inovasi guru dan siswa ektrakulikuler robotik tersebut bisa
dipatenkan. Dukungan dari masyarakat terhadap inovasi tersebut juga sangat
diperlukan.
“Kami berharap kedepannya bisa dikomersilkan, karena
aplikasi tersebut memang bermanfaat. Saat ini baru guru saja yang memesan,
dengan harapan anak-anak bisa termotivasi untuk terus berinovasi,” ujar Euis.
Sumber :
Analisis :
Teknologi memang semakin lama semakin canggih. Dalam kasus
diatas, aplikasi anti – begal bisa mengamankan kendaraan roda dua maupun roda
empat. Kita bisa menggunakkan aplikasi tersebut dengan cara menghidupkan dan
mematikan motor dengan smartphone kita masing – masing melalui bluetooth atau
bisa melalui sidik jari kita, jadi kalau ada orang mau minjam motor kita itu
tidak bisa sembarangan harus menggunakkan sidik jari kita. Jadi kita harap
aplikasi anti – begal itu bisa dikembangkan lebih luas lagi supaya kita tidak
perlu takut terhadap tukang begal dan ini sangat bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar