Kabel Laut Kena Gempa, Telkom Langsung Siapkan Satelit
Jakarta - Telkom
langsung gerak cepat menyiapkan back up satelit begitu mendapat informasi dari
BMKG telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,2 SR pada jarak 89 km dari Sarmi.
Kondisi ini ikut menyebabkan gangguan telekomunikasi di Jayapura terganggu akibat kerusakan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) tepatnya pada link Biak-Jayapura.
Titik gangguan SKKL dengan indikasi putusnya kabel (cable cut) terjadi di jalur Biak-Jayapura pada jarak 367 km dari Telkom Landing Station (TLS) Jayapura di kedalaman sekitar 2.611 meter.
Kabel yang terganggu adalah tipe Light Weight Shielded (LWS) yaitu salah satu kabel yang biasa digunakan di laut dengan kedalaman lebih dari 500 meter.
Sebagai upaya menjaga agar kualitas layanan tetap berjalan optimal pasca terjadinya gangguan, Telkom langsung menambah kapasitas bandwidth satelit menjadi 950 Mb mencakup kapasitas bandwidth Telkom Jayapura sebesar 270 Mb dan Telkomsel Jayapura sebesar 680 Mb.
"Kami memohon maaf atas gangguan yang terjadi dan telah mengalihkan trafik ke satelit serta berupaya untuk mempercepat recovery gangguan SKKL jalur Biak-Jayapura tersebut," ujar Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Sebagai tindak lanjut penanggulangan gangguan, Telkom telah melakukan koordinasi dengan NEC Japan selaku mitra pembangunan kabel laut, untuk menyelidiki dan mengidentifikasi gangguan yang terjadi.
Selanjutnya Telkom melakukan penjajakan alternatif cableship potensial yang tercepat dan terdekat. Ditargetkan proses perbaikan (recovery) SKKL ini dapat diselesaikan dalam jangka waktu 2-3 bulan.
Kondisi ini ikut menyebabkan gangguan telekomunikasi di Jayapura terganggu akibat kerusakan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) tepatnya pada link Biak-Jayapura.
Titik gangguan SKKL dengan indikasi putusnya kabel (cable cut) terjadi di jalur Biak-Jayapura pada jarak 367 km dari Telkom Landing Station (TLS) Jayapura di kedalaman sekitar 2.611 meter.
Kabel yang terganggu adalah tipe Light Weight Shielded (LWS) yaitu salah satu kabel yang biasa digunakan di laut dengan kedalaman lebih dari 500 meter.
Sebagai upaya menjaga agar kualitas layanan tetap berjalan optimal pasca terjadinya gangguan, Telkom langsung menambah kapasitas bandwidth satelit menjadi 950 Mb mencakup kapasitas bandwidth Telkom Jayapura sebesar 270 Mb dan Telkomsel Jayapura sebesar 680 Mb.
"Kami memohon maaf atas gangguan yang terjadi dan telah mengalihkan trafik ke satelit serta berupaya untuk mempercepat recovery gangguan SKKL jalur Biak-Jayapura tersebut," ujar Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Sebagai tindak lanjut penanggulangan gangguan, Telkom telah melakukan koordinasi dengan NEC Japan selaku mitra pembangunan kabel laut, untuk menyelidiki dan mengidentifikasi gangguan yang terjadi.
Selanjutnya Telkom melakukan penjajakan alternatif cableship potensial yang tercepat dan terdekat. Ditargetkan proses perbaikan (recovery) SKKL ini dapat diselesaikan dalam jangka waktu 2-3 bulan.
Sumber
:
Pendapat saya :
Dengan adanya kejadian ini, saya sanagat senang dari tindakan
PT. Telkom, karena PT.Telkom sudah mempersiapkan tindakan ini dari juah – jauh
hari jika terjadi kejaidian seperti ini, dan PT, Telkom pun sudah tidak perlu
khwartir atas komplen komplen dari
pengguna dengan adanya bencana ini, walaupun kinerjanya tidak maksimal tapi ini
cara yang sangat tepat dan bik yang dilakukan PT. Telkom Indonesia

Komentar
Posting Komentar