PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1.
Pengertian
dan arti penting komunikasi
a. Pengertian
Komunikasi menurut para ahli :
·
Komunikasi adalah alat pengalihan
informasi dari akumunikator kepada komunikasi agar antara mereka dapat
interaksi (Hasibuan, 2002:81).
·
Menurut Wikipedia Komunikasi adalah
"suatu proses dalam
mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi,
dan masyarakat menciptakan,
dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan
orang lain".
·
Menurut Everet M. Rogers Komunikasi organisasi adalah
suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama, melalui jenjang kepangkatan dan pembagian tugas.
·
Menurut Robert Bonnigton Komunikasi organisasi
adalah sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya
manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.
·
Menurut Wiryanto, 2005 Komunikasi organisasi adalah
pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam kelompok fomal
maupun informal dari suatu organisasi.
·
Menurut Ruesch, 1957 Komunikasi adalah
suatu proses yang menghubungkan satu
bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
·
Menurut Carl I.Hovland, [dedy Mulyana,
Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 62] komunikasi adalah proses yang
memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah
perilaku orang lain.
·
Menurut William I. Gordon, [dedy
Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 69] Komunikasi secara
ringkas dapat didefinisikan sebagai suatu transaksi dinamis yang melibatkan
gagasan dan perasaan.
b. Arti
Penting Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses atau
kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai
tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan
manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa
komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun
organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi
apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan
manusia baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
2.
Jenis
dan Proses Komunikasi
a. Jenis
Komunikasi
·
Komunikasi lisan dan tertulis
Dasar penggolongan komunikasi lisan dan tertulis ini
adalah bentuk pesan yang akan disampaikan. Banyak bentuk komunikasi: terutama
komunikasi antar pribadi (interpersonal communication), disampaikan secara
lisan maupun tertulis. Karena sebagian besar interaksi manusia terjadi dalam
bentuk ini, maka berbagai studi telah dilakukan untuk menilai manfaat dan
efisiensi dari pesan yang disampaikan dengan cara ini.
·
Komunikasi verbal dan non verbal
Jika dua orang berinteraksi, maka informasi mengenai
perasaan dan gagasan atau ide yang timbul akan dikomunikasikan. Perasaan
seseorang juga dapat dinyatakan melalui berbagai isyarat-isyarat atau
signal-signal non verbal. Dalam percakapan tatap muka langsung, perasaan,
keadaan jiw, atau suasana hati seseorang dinyatakan melalui gerakan
isyarat(gesture), ekspresi wajah, posisi dan gerakan badan, postur, kontak
fisik, kontak pandangan mata, dan stimulasi non-verbal lain yang sama
pentingnya dengan kata-kata yang diucapkan.
·
Komunikasi kebawah, keatas, dan kesamping
Penggolongan komunikasi kebawah, keatas, dan kesamping
(lateral) ini didasarkan pada arah aliran pesan-pesan dan informasi didalam
suatu organisasi. Untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam, maka akan
diuraikan ketiga jenis komunikasi tersebut :
·
Komunikasi kebawah
Aliran informasi dalam komunikasi kebawah mengalir
dari tingkatan manajemen puncak ke manajemen menengah, manajemen yang lebih
rendah, dan akhirnya sampai pada karyawan operasional. Komunikasi ini juga
mempunyai fungsi pengarahan, perintah, indoktrinasi, inspirasi dan evaluasi.
·
Komunikasi keatas
Alirannya dalam hirarki wewenang yang lebih rendah ke
lebih tinggi biasanya mengalir disepanjang rantai komando. Fungsi utamanya
adalah untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan, keputusan dan pelaksanaan
pekerjaan karyawan pada tingkat yang lebih rendah.
·
Komunikasi kesamping
Terjadi antara dua pejabat atau pihak yang berada
dalam tingkatan hirarki wewenang yang sama (komunikasi horizontal) atau antara
orang atau juga pihak pada tingkatan yang berbeda yang tidak mempunyai wewenang
langsung terhadap pihak lainnya (komunikasi diagonal).
·
Komunikasi formal terjadi diantara karyawan melalui
garis kewenangan yang telah ditetapkan oleh manajemen.
·
Komunikasi informal terjadi di antara karyawan dalam
suatu organisasi yang dapat berinteraksi secara bebas satu sama lain terlepas
dari kewenangan dan fungsi jabatan mereka.
b.
Proses Komunikasi
·
Proses ideasi
-
Tahap pertama dalam suatu proses komunikasi adalah
ideasi (ideation) yaitu proses penciptaan gagasan atau informasi yang dilakukan
oleh komunikator.
·
Proses encoding
-
Gagasan atau informasi disusun dalam serangkaian
bentuk simbol atau sandi yang dirancang untuk dikirimkan kepada komunikan dan
juga pemilihan saluran dan media komunikasi yang akan digunakan.
·
Proses pengiriman
-
Gagasan atau pesan yang telah disimbolkan atau
disandikan (encoded) melalui saluran dan media komunikasi yang tersedia dalam
organisasi. Pengiriman pesan dapat dilakukan dengan berbicara, menulis,
menggambar dan bertindak.
·
Proses penerimaan
-
Penerimaan pesan ini dapat melalui proses
mendengarkan, membaca, atau mengamati tergantung pada saluran dan media yang
digunakan untuk mengirimkannya.
·
Proses decoding
-
Pesan-pesan yang diterima diintrepretasikan, dibaca,
diartikan,dan diuraikan secara langsung atau tidak langsung melalui proses
berfikir.
·
Proses tindakan
-
Respon komunikan dapat berbentuk usaha melengkapi
informasi, meminta informasi tambahan, atau melakukan tindakan-tindakan lain.
3.
Komunikasi
Efektif
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang
mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa
terlihat dalam proses komunikasi.
Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seinbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa. Komunikasi dapat dikatakan efektif apa bila komunikasi yang dilakukan dimana :
Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seinbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa. Komunikasi dapat dikatakan efektif apa bila komunikasi yang dilakukan dimana :
Ø Pesan
dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh
pengirimnya.
Ø Pesan
yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan
ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
Ø Tidak
ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk
menindaklanjuti pesan yang dikirim.
4.
Implikasi
Manajerial
Menurut
kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi
sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat
ini adalah manajerial atau manajemen Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu
:
1) Implikasi
prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja
dan formulasi kebijakan
2) Implikasi
kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
Referensi
:
Hasibuan, Malayu. S.P.
2002. Manajemen Pasar. Pengertian dan Masalah, Jakarta :
Gunung Agung.

Komentar
Posting Komentar